About

Jumat, 09 April 2021

Bagaimana Membuat Proposal Penelitian untuk skripsi, tesis maupun disertasi

Proposal Penelitian merupakan usulan yang berisi rencana kegiatan penelitian yang disajikan secara tertulis untuk menyelesaikan tugas akhir baik dalam bentuk skripsi, tesis maupun disertasi.
Biasanya akan muncul banyak pertanyaan, misalnya saja

Untuk apa proposal penelitian Anda digunakan dan mengapa itu penting?
Proposal penelitian yang Anda serahkan sebagai bagian dari penelitian Anda hanyalah titik awal, karena ide Anda berkembang, penelitian yang Anda usulkan kemungkinan besar akan berubah

Apa yang harus dimasukkan dalam proposal penelitian saya?
Proposal Anda harus mencakup yang berikut:
1. JUDUL
Judul Anda harus memberikan indikasi yang jelas tentang pendekatan penelitian yang Anda usulkan atau pertanyaan kunci
2. LATAR BELAKANG DAN DASAR PERTIMBANGAN
Anda harus memasukkan: latar belakang dan masalah penelitian yang Anda usulkan, ringkasan perdebatan utama dan perkembangan di lapangan
3. PERTANYAAN PENELITIAN
Anda harus merumuskannya dengan jelas, memberikan penjelasan tentang masalah dan isu apa yang akan dieksplorasi dan mengapa perlu ditelusuri
4. TUJUAN PENELITIAN
Berdasarkan pertanyaan penelitian atau sebagian menyatakan sebagai rumusan masalah penelitian, maka dapat dibuat tujuan penelitian.
5. MANFAAT PENELITIAN
Manfaat penelitian yang dimaksud disini adalah manfaat yang diperoleh baik secara teoritis maupun praktis dari penelitian yang dilakukan.
6. TINJAUAN PUSTAKA
Pada bagian tinjauan pustaka ini berisi tentang konsep teori-teori yang digunakan sebagai rujukan dalam membuat proposal penelitian. Penjelasan dan detail yang dikemukakan harus masuk akal serta menyertakan sumber- sumber rujukan yang memang telah terbukti dan resmi juga diperkuat dengan hasil penelitian terdahulu dan dibuat dalam suatu kerangka pemikiran untuk menentukan hipotesis penelitian
7. METODOLOGI PENELITIAN
Anda harus memberikan garis besar: sumber daya teoritis yang akan ditarik, pendekatan penelitian, metode penelitian yang sesuai untuk penelitian yang diusulkan, data dan sumber data yang dipilih dan teknik yang digunakan untuk pengumpulan data, populasi dan sampel berserta variabel yang digunakan harus jelas dan terakhir teknik analisis yang digunakan
8. RENCANA KERJA & JADWAL WAKTU
Anda harus memasukkan garis besar dari berbagai tahapan dan garis waktu yang sesuai untuk mengembangkan dan melaksanakan penelitian, termasuk menulis tesis Anda.
9. DAFTAR PUSTAKA
Anda harus memasukkan: daftar referensi ke artikel dan teks utama yang dibahas dalam proposal penelitian Anda dan pemilihan sumber yang sesuai dengan penelitian yang diusulkan

MASIH BINGUNG??

Silahkan contact kami untuk bantuan lebih lanjut

Senin, 22 Februari 2021

Konsultan Disertasi

Highconsultant telah lama menjadi konsultasi akademik (tesia dan Disertasi) sejak tahun 2004 sampai sekarang. Kami banyak membantu mahasiswa dalam menyelesaikan proses penyusunan tesis atau disertasi. Selama ini kami fokus melayani konsultasi akademik pada penelitian kualitatif, kuantitatif maupun mixed method baik untuk tesis maupun disertasi. Selain itu, kami fokus pada ilmu-ilmu eksata dan non-eksakta dalam berbagai lingkup program studi.

Kami menyediakan berbagai layanan konsultasi akademik sebagai berikut.

  1. Pencarian Referensi (SLR, Mendeley, etc)
  2. Konsultasi Penulisan Proposal untuk program Magister dan Doktoral
  3. Konsultasi Olah data Penelitian (SPSS, SEM - Lisrel, Amos, SmartPLS, Eview, dan program pendukung lainnya) untuk program Magister dan Doktoral maupun riset perusahaan
  4. Konsultasi Analisis dan Pembahasan (kualitatif dan kuantitatif serta mixed analisis) untuk program Magister dan Doktoral maupun riset perusahaan
  5. Konsultasi Pembuatan dan Publikasi Jurnal Terindeks (SINTA, Google Schoolar, EBSCO, SCOPUS, ISI/WoS)
  6. Konsultasi Pembuatan Buku, Bahan Ajar/Training dan Seminar 
Kami juga menyediakan jasa untuk survei pelanggan, survei kinerja karyawan dan perusahaan

Untuk informasi lebih jelas, please contact:
highconsultant - Jawa Barat
08179239034
afritaham@gmail.com 
atau 
IRAAConsultant: 
rita@iraaconsultant.com
phone: 082181263315
www.iraaconsultant.com

Selasa, 30 Juni 2020

Daftar Jurnal Internasional terindeks Scopus Diskontinu {discontinued) Juni 2020

Seperti diketahui untuk meningkatkan mutu dan performa journal internasional, Scopus terus mengevaluasi dan memperbarui data untuk jurnal-jurnal yang sudah tidak terindeks scopus atau dikeluarkan dari database scopus (Scopus Discontinued).

Dalam edisi Juni 2020, Scopus mengeluarkan 580 Jurnal dari databasenya. Alasan dikeluarkan jurnal dari berbagai publisher/penerbit ini diantaranya metrics sebanyak 166 jurnal, publication concerns sebanyak 370 dan radar sebanyak 41 jurnal.
Untuk informasi data journal terindex Scopus yang diskontinued lainnya dapat diupdate pada halaman website: scopus.com

Sabtu, 27 Juni 2020

JURNAL TERINDEKS SCOPUS DARI INDONESIA DAN TERAKREDITASI SINTA

SELAMAT DATANG, 

Kali ini kami akan membahas tentang Jurnal yang terindeks Scopus dan juga diakui di Sinta 
Kenapa kita akan membahas ini... dikarenakan beberapa tahun ini banyak mahasiswa ataupun yang mengeluhkan susahnya untuk menembus jurnal terindeks Scopus dengan yang disyaratkan oleh DIKTI, ditambah lagi masih rancunya acuan yang jelas terkait jurnal seperti apa yang diterima atau accepted sebagai syarat tesis/disertasi atau kenaikan pangkat mereka 
Jadi selain mengecek status jurnal yang dinginkan di Scimago...teman2 juga harus mengecek apakah benar jurnal yang dimaksud terindeks juga di SINTA Karena ada sedikit perbedaan jumlah jurnal terindex SCOPUS dengan yang ada di SINTA Misalnya saja...teman-teman ingin mengetahui Jurnal Indonesia yang terindeks SCOPUS dengan status S1, dapat dlihat pada link berikut:  
http://sinta.ristekbrin.go.id/journals?q=&search=1&sinta=1 

Disini terlihat ada 69 jurnal dengan level S1 ysng bils diteliti lebih lanjut hanya ada 64 jurnal yang terindeks SCOPUS 

sementara di Scimago, journal indonesia index scopus dapat dilihat pada link berikut:
https://www.scimagojr.com/journalrank.php?country=ID 

Disini terlihat hanya ada 58 jurnal dari Indonesia yang terindeks SCOPUS 

So... disini dapat dilihat masih ada perbedaan... untuk itu teman-teman harus lebih banyak mencari info untuk mensubmit jurnal yang ada... bahkan masih banyak lagi jurnal terindeks SCOPUS diluar sana yang teman-teman bisa submit dan publish dengan mudah sesuai level dan asal negaranya baik gratis maupun berbayar semoga berguna

Senin, 14 Januari 2019

Syarat Program doktor (S3) dan Kepangkatan di Indonesia harus journal internasional bereputasi dan terindex ???

Syarat Program doktor (S3) di Indonesia harus journal internasional bereputasi dan terindex (SCOPUS) Berdasarkan Surat Edaran DIKTI Mewajibkan Mahasiswa Magister dan Doktor Untuk Publikasi Ilmiah dalam bentuk jurnal inetrnasional bereputasi dan terindex (SCOPUS. Akan tetapi pada kenyataannya, publikasi pada jurnal internasional bereputasi dan terindex (SCOPUS) tidak semudah yang dibayangkan... ada beberapa tahapan yang sebagian besar belum dipahami oleha para calon doktor ini dikarenakan kurangnya informasi ataupun sosialisasi jurnal internasional yang mana atau seperti apa yang bereputasi dan terindex (SCOPUS). Scopus sebagai pangkalan data pustaka publikasi yang menampilkan ringkasan (abstrak) dan sitiran artikel jurnal akademik memang menjadi salah satu acuan jurnal internasional bereputasi yang disyaratkan Permen-PAN-RB Nomor 17 tahun 2013. Karena setiap jurnal internasional lainnya untuk diakui sebagai jurnal internasional bereputasi harus terindeks pada database internasional yang ada di dalamnya. Selain Scopus yang menggunakann pengukuran Scimago Journal Rank (SJR), ada juga Web of Science yang dikelola oleh perusahaan informasi Thomson Reuters yang memiliki faktor dampak (impact factor) ke sejumlah referensi penulis. Semenatara itu DIKTI sendiri belum secara gambalgn mensosialisasikan journal apa saja yang bisa dikategorikan diterima sebagai syarat doktor ataupun syarat jabatan lainnya. padahal ini sangat diperlukan oleh penulis agar mereka tidak sia-sia melakukan submit dan publikasi pada suatu jurnal internasional. Dengan kata lain, penulis berharap pemerintah khususnya DIKTI mampu mensosialisasikan atau bahkan memberikan edaran pada setiap Kampus list atau daftar journal yang dianggap bereputasi dan terindex sesuai syarat dari DIKTI. Seperti penulis kutip pada salah satu koran nasional yang disampaikan oleh Moeflich Hasbullah (2016) tentang syarat jurnal internasional ini : "Beratnya persyaratan jurnal bereputasi internasional semakin bermasalah dengan munculnya pandangan bahwa kapitalisme pengetahuan menjadi kekuatan bisnis global mengendalikan administrasi ketenagaan akademik di Indonesia. Belakangan, syarat menulis di jurnal terindeks Scopus sabagai syarat menjadi guru besar mulai menuai gugatan. Untuk menjadi profesor di Indonesia mengapa harus "ditentukan" oleh kekuatan akademik global yang berorientasi bisnis seperti Scopus yang berbayar mahal? Bukan dari kemanfaatan ilmu terhadap lingkungan masyarakat sekitar dan kepentingan pembangunan nasional yang diuji para ilmuwan kita sendiri. Ukuran kemanfaatan ilmu tentu harus untuk transformasi masyarakat setempat dan kemajuan bangsa, bukan untuk gagah-gahahan dimuat di jurnal elite bergengsi sambil mayoritas masyarakat akademik kita tidak membacanya karena akses terbatas, soal bahasa, materi terlalu spesifik atau tulisannya yang sangat abstrak-teoretik. Buat apa karya ilmiah eksklusif-bermutu semakin banyak, tapi tidak menyumbangkan transformasi konkret bagi masyarakat dan bangsanya. Sejauh mana artikel atau hasil riset yang dimuat itu telah mendorong riset eksploratif, memengaruhi perkembangan tradisi intelektual, dinamika pemikiran, dan kemajuan ilmu di Indonesia? Sementara itu penulis mencoba menginfromasikan bahwa untuk mengecek status dari jurnal bereputasi dan terindex dapat dilakukan di beberapa website berikut: Scimago web science website abdc. Selain itu juga kami bisa membantu Bapk/Ibu/Saudara/i untuk proses journal internasional tersebut So tunggu apa lagi?? mari budayakan publikasi karya ilmiah dengan tetap mengedepankan kualitas karya ilmiah itu sendiri